Tarix JABRIX, review

Film Review

Tarix Jabrix

 

Credits         

Director          : Iqbal Rais

Casts              : Tria Changcut (Caca a.k.a. Cacing)

                          Dipa Changcut (Mulyana Derajat a.k.a. Mulder)

                          Erik Changcut (Dadang)

                          Qibil Changcut dan Alda Changcut (Coki dan Ciko)

                          Carissa Puteri

                          Francine Rosenda (Mayang)

 

Everyone should’ve expected much from the film produced by Hanung Baramantyo. Considering that he’s directed several hits, this one should’ve been big too. Sorry to say, those expectations are useless. The only reason left to see this film is that a  favorite bands’ personnels play the central characters.

 

The debut film of The Changcuters tells about five high school students: Cacing, Mulder, Ciko, Coki, and Dadang. They found a motorbike gang named Tarix Jabrix. From the very start, they commited not to be like the other gangs, that tend to be criminals.

 

As the story grows, “Tarix Jabrix” happened to get into trouble with another gang “  Smokers “. The conflict with the gang, which includes romance (as usual), is the main composition of the story. Unfortunately, how the story came into these conflicts is too easy, and so is the solution. Everything seems to be too coincidential, to avoid the word irrational.

 

Duration is spent too much on characters introduction at the beginning.This way, there is not enough time to focus on the main topic: clashes happened between “Tarix Jabrix” and “Smokers” . Besides, the role played by Francine Rosenda turned out to be nothing more than accessories.

 

However, “Tarix Jabrix” succeeded enough to be a bit different from other teenagers movies by picking recent issue in Bandung: motorbike gangs. It is also a right media for Changcuters to show people that they are not only good performers on stage, but also quite talented actors.

 

JIFFest Diary

December 10th, 2005  Tagged , , , , ,

Ini foto2  yang diambil setelah gwe, yani, nadia, runi, berto, bang  jep dan dias sama2 nonton JIFFest . Waktu itu filmnya Noi Albonoi.  Nonton film itu dan setelahnya lo akan sadar bahwa seseorang yang jenius bisa  aja sekaligus orang yang palingn ingin dilenyapkan  oleh wali kelasnya. Tapi, kalo menurut gwe, akhir film ini bukan penyelesaian dari masalah tokoh utamanya, justru mungkin ini klimaksnya?

Setelah nonton, entah kenapa, masih pada males pulang. Malah, berto dengan  anehnya beli  satu set kartu dan … MAIN CAPSA AJA LOH MEREKA DI DEPAN TIM… ya ampun… gini nih kalo lo menghabiskan separuh umur lo di kansas (catatan, kansas dalam hal ini adalah sebutan anak2 sastra UI untuk kantin. Kansas= Kantin Sastra).  Gwe sih gak ikutan main capsa, jadi gwe m’usulkan pada para atlit bridge itu untuk menerapkan peraturan yg seru: yang kalah, jongkok pada permainan berikutnya. Walhasil, si janus jongkok hampir sepanjang permainan berlangsung. (ntar mungkin gwe akan menambahkan foto janus-jongkoknya :p). Setelah beberapa putaran capsa dan beberapa kerjaan bodoh yang gwe lakukan untuk membunuh waktu, kita baru pulang. Alto

Selain itu, gwe juga nonton ‘kontroll’. Sebelum gwe ngomongin ceritanya, gwe masih pengen berkeluh kesah. KOk ya masih ada yang norak mempelesetkan KONTROLL dengan menghilangkan unsur bunyi R.
“Lo mau nonton apa de?”
“Kontroll”
“Apa” (sambil senyum2 gak jelas)
“Iya, kontroll, kenapa?” (sambil agak sewot)

Albino_1

Wong jelas2 gwe bilang KONTROLL kok, bukan KONTOL. Norak, norak… Anyway, terlalu vulgar gak sih, gwe nulis KONTOL jelas2 dengan huruf K O N T O L kapital??? heheheheheheh….

The_gawlz_2

    Hmmm… JIFFest tahun depan, eh, tahun ini, nonton lagi ya, teman2!

The_gawlz

Peter Pan

June 21st, 2005  Tagged , , ,

gwe baru nonton Peter pan yang dibuat tahun 2004 itu.
Dan setelah nonton itu gwe pengen banget baca novel aslinya yang gwe gak tahu ada di sini apa gak,, kalo ada yang tahu kasih tahu ya,, e-mail aja nutzclub_chief@yahoo.com Jeremy


Alasan gwe tertarik selain yangjadi Peter Pan-nya senyumnya sexy adalah karena kata-katanya yang misterius:
To die would be an awfully great adventure

itu kata-kata Peter di tengah cerita saat dia mau dibunuh Hook. Sebagai jagoan cerita agak aneh  bagi gwe kalau dia ngomong begitu. Masa jagoan rela mati? kecuali ada maksud lain dalam kata-katanya itu. Tapi, di akhir cerita dia malah ngomong sebaliknya:
To live would be an awfully great adventure

mungkin maksud lainnya itu: kehdupan yang sesungguhnya justru dimulai setelah kita meninggalkan dunia nan fana ini,, kalau itu maksudnya gwe setujuanyway,, apapun maksudnya gwe setuju kalau dibilang hidup itu adalah petualangan besar dan kita petualang2 yang mesti bertahan waras sementara dunia sekitar kita makin gila kian hari.

(berat juga omongan gwe, hwahahahah)