Merampok Bank Sambil Menulis

January 16th, 2009  Tagged , , ,

Tanggal 4 Januari lalu gue ikut pelatihan menulis yang diadakan Forum Lingkar Pena Depok. Tujuan pelatihan ini bukan sekadar melatih orang untuk menulis kreatif, tapi juga sebagai ajang kaderisasi FLP. Yah, gitu deh, pokoknya. Itu yang membedakan dari pelatihan nulis yang lain.

Pesertanya kebanyakan cewek. Yah. Lagi-lagi gue berada di lingkungan yang sebagian besar kaum Hawa. Tapi intinya bukan itu. Gue bertemu orang-orang baru. Kebanyakan sih umur 20-an. Mahasiswa cukup mendominasi. Ada juga ibu rumah tangga. Bagi gue, ini lingkungan baru yg cukup menarik. Nanti pasti gue akan cukup banyak berinteraksi sama mereka.

Setelah segmen talkshow, acara dilanjutkan dengan games. Intinya, games itu memicu kemampuan untuk menulis. Permainannya diadakan dalam kelompok. Tiap kelompok wajib merancang rencana perampokan suatu bank. Lalu, kita jg disuruh bikin yel-yel kelompok (PELATIHAN APA OSPEK ?!?!?!?!?) dan mempresentasikan rencana perampokan itu.

Ngomongin kelompok, gue agak males. Bukan masalah bekerja sama dgn orang lain, tapi bekerja sama dengan orang yang baru aja gue kenal. Di kelompok gue ada lima orang. Satu mahasiswa, cowok, anak UI, kita sebut HD. Yang satu lagi, cewek, kira-kira seumuran gue, kita panggil A. Cewek yang lain mahasiswa jg, B. Satu lagi, ibu-ibu. Kita panggil aja IBU (?). Nah, permainan pun dimulai. Begitu jg masalah.

Dari awal sebenernya gue bertekad untuk tidak menjadi terlalu vokal dan menyampaikan ide-ide gue. Tapi sayang, itu emang udah sifat gue. Gue dan si A juga si IBU adalah orang yg hot banget merencanakan perampokan itu. Tapi, gw akhirnya capek sendiri. Si IBU dan A keliatan ga fokus. Misal, kita udah sepakat akan merampok ATM aja. EH, di tengah-tengah malah balik lg ke ide untuk merampok bank langsung dan menjebol brankas. Muter-muter mulu.

Selama kami bertiga heboh sendiri, si HD dan B malah diem aja. Pas ditanya tentang masukan utk rencana itu si B Cuma senyam-semyum. Si HD begitu juga, tapi sambil nggambar2 apalah ga jelas di kertasnya.

Intinya, sampai waktu udh tinggal 10 menit kita masih belum pasti dengan rencana dan tugas masing-masing dalam perampokan itu (kok gue ngomong seakan-akan ini beneran, yah?) Nah, akhirnya kami bertiga (gue, si A, dan si IBU) nanya pendapat lg sama si B dan si HD. Lo tau apa? SI HD TIBA-TIBA UDH PUNYA RENCANA YANG JADI LOH!!! Dan rencananya itu beda 100% dari yang kami bicarakan sepanjang diskusi. Intinya, dia gak ikut diskusi tapi malah bikin rencana sendiri. DAMN! NGERTI GAK SIH DIA CARA KERJA KELOMPOK? Malu gue sebagai anak UI. Yang dari tadi dia gambar di kertas ternyata adalah peta rencana gitu.

Akhirnya, karena udh kehabisan tenaga, semua orang sepakat dengan RENCANA SATU ORANG DOANG itu! Mau gimana lagi? Diskusi yg gue lakuin dengan anggota lain jg gak fokus. Setelah gue tau itu, gue marah. Tapi, ya gak mungkin juga marah-marah langsung.

Gue marah dgn cara protes. Alasan gue, idenya terlalu mencolok untuk ukuran merampok. Bayangin aja, di dlm rencana itukami akan menaruh bom di mal sebelah bank dan menset suatu aksi demonstrasi di gedung sebelahnya lagi. Trus, kabur dengan helikopter. LO MAU NGERAMPOK APA MAU MASUK TV?

Gue bilang, “Helikopter dari mana?”

Dia bilang, “kita beli aja.” (sambil senyam-senyum yang membuat gue inget seseorang yang menyebalkan. Untung dia gak gue tonjok) LO PIKIR BELI HELI KAYA BELI PISANG GORENG?

“Tapi ini kan kita mau ngerampok bank, masa beli helikopter dulu? Yang namanya beli heli kan nama kita pasti tercatat di mana … gitu” yah, gue gak ngerti sih soal beli heli ini. Tapi tetep aja, helikopter terlalu mencolok untuk perampokan.

Alasan dia, “ntar heli itu kita samarin sbg heli milik stasiun TV.”

Sebenernya gue mau mendebat dengan “ITU JUGA BISA CEPET KETAUAN DONG, EMANGNYA TV GAK BAKAL TAU, APA ADAREPORTER YANG PERGI DENGAN HELI ATAU GAK?” tapi waktu tinggal beberapa menit lagi. Gada waktu.

Setelah pembagian tugas selesai, masih ada yg ketinggalan. Yaitu, bikin yel-yel dan nama kelompok rampok. Akhirnya, gue memutuskan secara sepihak: GEROMBOLAN SIBERAT. Sungguh kreatif, bukan?

Mau tau yang lebih ancur lagi? Kelompok gue maju pertama. Dan kita kacrut banget. Gue gak pernah merasa segagal itu sebelumnya. Gue sudah menghabiskan energi selama lebih dari 10 menit utk membangun rencana yg akhirnya gak terpakai sama sekali. Dan itu karena ada satu orang yg gak bisa bekerja sebagai satu kelompok. BENER DEH, kalo ketemu si HD itu lagi (GUE GAK BAKAL LUPA MUKANYA) gue akan cari cara utk ngajarin dia bekerja dalam satu kelompok. Mungkin dosennya lupa ngajarin itu. Atau mungkin dia yang lupa.